Kejadiannya waktu tahun 2003 an. Ibu saya adalah seorang single parent, jadi beliau lah yang menghidupi dan menyekolahkan saya tanpa bantuan siapapun dengan cara menjadi tukang sayur di rumah.
Ibu saya kan kalau belanja sayur selalu berangkat jam 2 pagi. Demi semangatnya mencari nafkah beliau ga takut jalan ke pasar jam segitu, padahal rumah kami berada di ujung gang dan ibu saya harus melewati kebun kosong yang berdiri 2 pohon rambutan tua. Saat itu, saya lupa hari apa tepatnya, beliau jalan seperti biasa jam 2 pagi, ga ada perasaan apa-apa saat itu hingga ketika sampai di kebun kosong dan berjalan dibawah pohon rambutan pertama, tiba-tiba ibu saya dikejutkan oleh sosok putih bergelantungan di dahan yang sangat kecil.
Ibu saya cerita, saat itu beliau sangat ketakutan, ibu saya langsung menunduk dan baca surat yang beliau hapal sambil berjalan secepat-cepatnya. Tapi kata ibu saya, ibu saya merasa kalau jalannya itu sepertinya jauh sekali, ga sampai-sampai di ujung kebun kosong. Tapi setelah beberapa lama ketakutan akhirnya ibu saya berhasil melewati kebun kosong itu.
Setelah kejadian itu ibu saya ga berani lewat tempat itu. Beliau memilih lewat jalan memutar yang lebih jauh. Dan setiap saat setelah kejadian itu, ibu saya selalu merasa parno dimanapun beliau berada. Hingga saya menceritakan hal ini kepada ustad kenalan saya dan beliaupun berkata pada ibu saya, "Jangan takut kalau makhluk seperti itu muncul dihadapan kita, dia hanya mau mengganggu keimanan kita. Jika dia muncul coba beranikan diri untuk mengusirnya, pasti dia akan pergi. Karena dulu Rasulullah sedang Shalat malam, suatu ketika beliau diganggu oleh anak kecil yang tiba-tiba lewat dihadapannya. Karena kejadian itu terjadi berulang-ulang maka suatu malam, Rasulullah sengaja menunggu kehadirannya, dan benar anak itu muncul lagi mengganggu Rasulullah, kemudian Rasulullah mengejar anak itu, dan anak itu berlari kemudian menghilang. Sejak saat itu anak itu tak pernah muncul lagi".
Mendengar hal itu keberanian ibu saya muncul lagi. Ketika pernah diganggu suara tawa tante kunti dipohon itu, ibu saya langsung memarahi dan "dia" tidak pernah mengganggu ibu saya lagi.
Sekian cerita saya, semoga bermanfaat, dan saya tunggu saran dan kritik yang membangun. Terima kasih.
![[edit lirik]](http://1.bp.blogspot.com/-4396t5rHYxU/UWjsy4N84zI/AAAAAAAAAm4/9anCqNYkxzA/s1600/editxl.png)