Teror Mbak Sun
Assalamualaikum agan sista sekalian. Ini ane Emha lagi, yang dulu pernah kirim cerita maen petak umpet bareng jurig. Kali ini ane mau cerita tentang pengalaman tetangga, Paman dan nyokap ane yang pernah diteror ama ... mbak Sun (sundel bolong).
Sebenernya ane ga berani ngomongnya, secara cerita ini ada karena hampir satu kecamatan di kampung ane diteror ama tuh mahluk (buset dagh kayak pandemi aja). Awal cerita ane ceritain pengalaman tetangga ane dulu, karena emang kejadian ini terjadi berurutan hanya selang berapa hari aja.
Sebut aja tetangga ane Mbah "N". Beliau ini seorang pedagang yang lumayan kaya dan juga seorang petani (Pada waktu itu beliau masih berusia 30-an), tapi beliau ini punya kebiasaan buruk yaitu maen judi. Nah berawal dari maen judi inilah beliau apes ketemu ama mbak Sun.
Malam itu tahun 70 an, mbah N pergi ketempat judi favoritnya dikampung sebelah. Dengan bekal senter dan sepeda ontel (dimasa itu desa ane belom ada listrik, sepeda ontel aja masih kena pajak dari pemerintah, ga kayak sekarang) beliau menggoes kendaraannya ke tempat maksiat tersebut.
Entah kenapa malam itu mbah N apes banget, uang modal yang ia bawa habis ludes dalam waktu singkat. Karena berpikir bahwa hari ini adalah naas-nya (ketiban apes) beliaupun memutuskan untuk pulang. Sepeda onthel digoes menyurusi jalan kampung yang hanya setapak dan dikelilingi oleh persawahan yang terhampar luas tak bertepi.
Dalam perjalan pulang beliau menjumpai seorang wanita dipinggir jalan. Dasar otak lagi gak konek (mungkin gara2 kalah mulu) mbah N malah berhenti menjumpai wanita itu.
"Mau kemana dik, malem2 kok disini sendiri" tanya mbah N.
"Mau pulang mas" jawab wanita itu.
"Tak anterin yah, mau pulang kemana?".
"Kedepan sana mas" jawab wanita itu.
Okelah, akhirnya mbah N pulang mengantar si wanita tadi tanpa curiga. Ditengah perjalanan mbah N bertanya pada wanita tersebut...
"Sampeyan ini siapa sih dik, anaknya siapa? dari kampung mana?" tanya mbah N. "Saya ini (sebut saja S) `S` anaknya pak `...` dari kampung A (sebut aja gitulah ya)". "Okhhh, dari kampung A yah. tadi pagi saya dengar ada yang meninggal yah disana??" Lalu apa yang dikatakan wanita itu... "Iya mas tadi itu yang meninggal... saya..."
Seketika itu bulu kuduk mbah N berdiri semua. Dikiranya bercanda, beliau menghentikan sepedanya dan berbalik melihat si wanita tadi. Ga ada yang berubah sih dari wanita itu. Beliau lalu bertanya meyakinkan... "Ojo guyon toh dik wedi aku iki". Celaka 13 si wanita itu malah ketawa dan menjawab "Bener koq mas kalo ga percaya ni liat aja..." wanita itu berpaling dan memperlihatkan punggungnya...
Bagai disambar petir di siang bolong mbah N melongo tak percaya dengan apa yang dilihat. Punggung wanita itu `O`(baca: bolong) dengan darah segar yang masih terlihat mengucur. Spontan mbah N lemah lunglai dikasih pemandangan "indah" kayak gitu. Belum hilang rasa "kagum"nya, wanita tadi udah tertawa persis seperti yang di film2.
Mbah N ingin berucap tapi tak berdaya, ingin lari tapi udah sempoyongan seperti tenaga telah terhisap ke bumi. Mbah N mencoba menjauhi wanita itu tapi wanita itu tambah mendekat ke beliau. Akhirnya dengan daya tenaga dan napas yang ada beliau lari pontang panting menuju kampung warga terdekat (jarak kampung terdekat kala itu masih sekitar 4 kilometer).
Asli naas banget nasib mbah N malam itu harus ber-marathon ria dengan mbak `S` yang masih mengejar beliau dibelakang. Ketika sampai di kampung terdekat mbah N sudah pingsan, beliau diketemukan warga sekitar jam 3 pagi.
Setelah kejadian itu desaku heboh, dan berita tentang mbah N menyebar ke penjuru kampung. Tidak hanya beritanya, kejadian yang serupa juga sering dialami beberapa warga dari kampung lain yang kebetulan melintas di kampung kami pada waktu malam hari.
bersambung...
Sorry agan sekalian ane ngantuk banget nih cerita ane sambung di lain waktu aja yah.
![[edit lirik]](http://1.bp.blogspot.com/-4396t5rHYxU/UWjsy4N84zI/AAAAAAAAAm4/9anCqNYkxzA/s1600/editxl.png)